PENTING!!

Buat semua yang mau ikutan posting di blog, bisa kirim aja ke e-mail Sellie ato e-mail iqbal di mmailto:music_2play@yahoo.com atau iqbalzeinassyidiqie@yahoo.com

kebersamaan ini jangan pernah pudar....

News-Update

- Renungan Akbar with Om Ary Ginanjar @ Granada Room Menara 165 21 Jan 09 6 p.m.

- FKA dan FOSMA Jakpus : "Berbagi Kasih Sesama" Dalam memperingati Hari Anak Yatim 10 Muharram...7 Januari 2008 jam 8 a.m sd 2p.m. di Gedung Pertamina Cempaka Putih

- Buat kamu yang ingin berpartisipasi dan beramal pada acara Hari Anak Yatim, kamu bisa sisihkan sebagian rezekimu dengan rincian Rp 165rb/anak yatim...Atau kamu boleh nyumbang berapa aja seikhlas kamu koq. Sumbangan berupa uang dapat kamu serahkan melalui Iqbal atau Reza.

-BULU TANGKIS MANIA!!! Minggu, 18 jan 2009 @ GOR cemputeng

- COMING SOON : WISATA MUSEUM dan ROHANI

Rabu, 27 Mei 2009

Cerita Cinta si Kerudung Merana

“Cerita ini diambil dari kisah nyata!! Jika ada kesamaan nama dan tokoh (nama lo aja yang pasaran!). Namun nama dan tokoh dalam cerita telah disamarkan, untuk menghindari konflik yang berkelanjutan.”
BAYANGKAN! Jika kisah ini ada di sekitar kita!!

Alkisah ada 2 orang pemuda Haudi dan Remza yang berasal dari “DFY”(Liat postingan sebelumnya) yang merantau pagi-pagi buta dimana saat kebanyakan orang sedang tertidur dengan lelapnya. Perjalanan ini merupakan suatu niatan yang terpendam cukup lama. Jarak yang ditempuhnya sangatlah penuh petualangan, mulai dari pos penjagaan malam alias “Hansip”, makhluk yang berjalan seperti ondel-ondel (orang mabok!), hingga makhluk hermafrodit (yang masih bingung pagi Galih malem Ratna) di remang-remang cahaya yang mereka lewati. Udara dingin pada pagi itu tidak menghalangi niat pelakunya untuk mencari ilmu dan menyambung silaturahmi dengan orang di negeri sebrang. Mereka-lah yang telah memberikan informasi kepada dua orang pemuda ini.
Sesampainya disana, keheningan telah mereka rasakan karena telah masuknya waktu shalat subuh. Mereka pun segera mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat berjamaah. Setelah mengambil air wudhu yang berada dibawah tempat shalat kemudian mereka menaiki tangga dimana tepat di depan ujung tangga telah terisi barisan shaf akhwat yang rapih telah melakukan shalat sunnah qabliyah subuh. Setelah melewati beberapa shaf akhwat tersebut, mereka bergegas untuk mengisi shaf ikhwan yang belum terisi dan melakukan shalat qabliyah subuh.
Setelah itu Haudi bertemu dengan Arsi, orang “PENTING!” dari Negeri seberang dan berkata, “Mabuhay Arsi!”
Arsi menjawabnya, “Mabuhay Po Haudi!” kemudian Arsi menyapa Remza, “Mabuhay Remza. Namimis kita ng kayo”
Remza pun kebingungan menjawabnya, “aa… iya sama-sama !@#$%^&*”
Terjadilah sedikit perbincangan dalam pertemuan ini. Hingga akhirnya Iqamah berkumandang. Setelah itu mereka langsung mengisi shaf yang masih kosong di barisan paling depan. Setelah selesai shalat subuh berjamaah, kemudian mereka mendengarkan Tausiyah yang dibawakan oleh Abi Makki yang merupakan orang Indonesia lulusan dari Universitas terkemuka di Arab Saudi. Pada pagi hari itu Abi (biasa dipanggil) memberikan ceramah tafsir surat al-Quran. Kegiatan ini memang rutin diadakan setiap minggunya. Sedangkan Haudi dan Remza baru pertama kalinya hadir sehingga cukup tertinggal dari jamaah yang lainnya. Namun itu sudah tak jadi masalah lagi, karena catatan yang dirangkum oleh sobat mereka, Arsi, di publish di Facebook.
Tidak terasa telah terjadi fenomena sunrise pada pagi itu. Abi mengakhiri ceramah tafsir yang diberikannya. Kemudian para jemaah khususnya ikhwan bersalam-salaman dengan Abi. Disana terlihat juga teman-teman mereka yaitu Farzan, Orland, Ouji, Nawdil, dan Vail. Kemudian mereka bercengkrama bersama Abi. Ada juga yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Setelah itu mereka (kecuali Remza) turun ke bawah dan melanjutkan canda tawanya. Arsi orang yang gemar sekali berfoto. Kemudian mereka berfoto-foto ria bersama dengan menggunakan kamera kepunyaan Nawdil.
Pada saat mereka berfoto bersama. Remza sedang berbincang-bincang dengan warga sekitar di atas. Kemudian Remza tersadar bahwa teman-temannya telah berada dibawah. Pada saat Remza turun ke bawah dan menuju ke tempat terompahnya kemudian terdengar suara memanggil, “Mas.. mas…!”
Remza pun menoleh mencari sumber suara panggilan yang terasa hingga menusuk qalbunya. Kemudian terlihatlah sesosok wanita dengan jilbab berwana merah bersinar gelap membutakan Remza. Terjadilah perbincangan antara keduanya.
Wanita tersebut bertanya, “Mas.. tinggal dimana?”
Remza terkaget-kaget, ia merasa canggung dengan pertanyaan ini (katanya sih gitu). Remza menjawab, “Saya dari Cempaka Putih, mbak”
“Dimana tuh?” Tanya wanita berjilbab merah (disingkat aja jadi Wajirah alias Wanita Jilbab Merah).
“Di Jakarta-Pusat, Mbak” jawab Remza
Wajirah bertanya lagi, “Emang kamu kuliah dimana mas?”
“Wah, saya udah lulus tuh Mbak. Dulu saya kuliah di Teknik UNIVERSITAS IMPIAN” jawab Remza
“Oh, kamu lulusan UNIVERSITAS IMPIAN. Bisa Aljabar donk?” Tanya Wajirah penasaran.
“Waduh gimana ya, uda lama gak belajar. Bisa sih sedikit-sedikit” jawab Remza dengan penasaran.
Wajirah semakin kagum dengan jawaban yang diberikan oleh Remza. Kemudian ia bertanya lagi.
“1/2+1/2 , berapa mas?”
“eem.. 1/4 , mbak” Remza menjawabnya dengan penuh keyakinan (padahal jawaban yang benar adalah 1), Apakah yang terjadi dengan Remza seorang SARJANA TEKNIK UNIVERSITAS IMPIAN??!! (Menurut si pelaku ia baru menyadari kesalahannya setelah menceritakan ulang kejadian kepada teman-temannya)
Jawaban Remza sangatlah membuat hati Wajirah berbunga-bunga. Hingga ia terus bertanya kepada Remza.
“Tuh kamu bisa!”, kata Wajirah memberi semangat (ia tidak peduli akan jawaban yang diberikan Remza) dengan nada dasar C=do yang kemudian melanjutkan dengan pertanyaan, “kalau 1/4 x 1/4 berapa mas?”
“Kalo itu 1/16 mbak!” jawab Remza dengan penuh semangat yang telah diberikan oleh wajirah (Pelaku BANGGA menceritakan bahwa jawaban yang ia berikan kali ini benar). Setelah menjawab pertanyaan ini aura Wajirah membayang-bayangi diri Remza. Kemudian Remza berpamitan kepada Wajirah untuk menemui teman-temannya yang telah berfoto bersama di luar area Masjid.
Kemudian Remza kembali berbincang-bincang bersama temannya dan warga sekitar yang baru dikenalnya tadi sambil menunggu Abi Makki keluar meninggalkan Masjid. Tak lama kemudian warga tersebut mohon pamit. Tiba-tiba Wajirah ngikut nimbrung dan mereka merasa aneh dengan sosok wanita yang pada saat itu hanya sendirian yang masih berada di area masjid, mereka seakan-akan bertanya pada dirinya “Siapa sebenarnya wajirah ini dengan tingkah laku yang tidak biasa!”
MAU TAU KELANJUTAN CERITANYA?!! KENAPA WAJIRAH NGIKUT NIMBRUNG?? DAN KEMUDIAN BANYAK MENGAJUKAN PERTANYAAN YANG DAPAT MEMATIKAN LOGIKA REMZA SEORANG SARJANA TEKNIK UNIVERSITAS IMPIAN ITU!! MAU TAU JUGA SIAPA ARSI SEBENARNYA?
TETAP SEMANGAT, TETAP CERIA AGAR KITA BISA BERGEMBIRA MEMBACA POSTINGAN KOPASUS YANG KITA CINTAI!! AMIIN
NB: lokasi dan para pelaku masih dapat terlihat. Bagi rekan-rekan yang tertarik untuk mengetahui atau melanjutkan cerita (selalu ada hal unik yang terjadi disana)!
Mari bergabung menjemput ilmu di pagi hari bersama Abi Makki. CP: Mrs. Hedonomis!!

penulis: Faza Hudiya Karsadinata